Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Data Usang Ditulis Ulang, Jombang Hadapi Hiperrealitas?

Thursday, May 7, 2026 | May 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-07T05:31:19Z


​POPULARITAS NEWS | Di kantor-kantor pemerintahan Kabupaten Jombang, sejarah tampaknya bisa direvisi hanya dengan beberapa ketukan papan tik. Dalam sebuah operasi senyap yang terendus medio Mei 2026, memori Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) mendadak bersalin rupa. Data-data anggaran yang seharusnya sudah "mati" karena tahun berjalan telah ditutup, mendadak bangkit kembali dengan wajah yang jauh lebih cantik.


​Inilah potret "Hiperrealitas" yang kini menghantui Kota Beriman. Sebuah kondisi di mana Pemerintah Kabupaten seolah lebih memercayai angka-angka di layar monitor ketimbang kemangkrakan di lapangan.


​Ambil contoh pos Pajak Daerah 2025. Pada mulanya, realisasi pajak hanya sanggup menyentuh angka 24 persen, sebuah indikator kegagalan yang benderang. Namun, lewat mekanisme yang menyerupai teknik Palimpsest dalam naskah kuno, angka buruk itu dihapus dan ditindih dengan klaim keberhasilan 120 persen. Operasi "tulis ulang" ini diduga kuat bertujuan untuk memoles laporan kinerja agar selaras dengan target Rencana Pembangunan Daerah (RPD).


​Namun, simulasi kemakmuran ini segera menemui jalan buntu saat dibenturkan dengan realita materiil. Di atas kertas, belanja modal diklaim telah terserap hingga 85,36 persen. Secara logika, Jombang seharusnya sudah bersolek dengan infrastruktur paripurna. Namun, telusuri saja Jembatan Bailey Kudubanjar yang batal lelang atau proyek Kawasan Kumuh bernilai Rp48 miliar yang kini hanya menjadi monumen kegagalan pembangunan, irigasi Pariterong yang menelan biaya miliaran pun hanya menjadi saluran kering yang gagal fungsi.


​Dampak dari "sulap" data ini bukan sekadar urusan administratif. Terdeteksi adanya selisih minus sekitar Rp57,94 miliar antara pendapatan yang diklaim dengan ketersediaan kas riil. Jombang kini tengah mempertaruhkan integritas fiskalnya. Saat data usang dipaksa menulis ulang keberhasilan, yang tercipta bukanlah kemajuan, melainkan bom waktu yang siap meledak di tangan para auditor hukum.


​Masyarakat Jombang kini berdiri di depan panggung sandiwara anggaran, menunggu jawaban: apakah pembangunan ini nyata, atau sekadar fatamorgana digital yang sengaja diciptakan untuk meninabobokan publik? (brown).

×
Berita Terbaru Update