Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Direktur RSUD Jombang: Akreditasi Paripurna Harus Dipertahankan, Budaya Keselamatan Pasien Jadi Fokus Utama

Saturday, July 4, 2026 | July 04, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-06T17:56:02Z

 

Foto: Wawancara Eksklusif Direktur RSUD Jombang, dr. Puji Umbaran, M.KP | Doc. Popularitas News / Brown (3/7/2026).

"Direktur RSUD Jombang, dr. Puji Umbaran, memastikan seluruh persiapan menuju survei akreditasi nasional terus dimatangkan. Dalam wawancara eksklusif bersama Popularitas News, Jumat (3/7/2026), ia menegaskan target rumah sakit adalah mempertahankan predikat Akreditasi Paripurna melalui penguatan mutu layanan, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, dan pembentukan budaya keselamatan pasien secara berkelanjutan."

 

JOMBANG, POPULARITAS NEWS – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang tengah mematangkan berbagai persiapan menghadapi survei akreditasi yang dijadwalkan berlangsung pada 29–30 September 2026. Targetnya tidak main-main, yakni mempertahankan predikat akreditasi tertinggi atau Paripurna yang telah diraih pada periode sebelumnya.


Dalam wawancara eksklusif bersama Popularitas News di ruang kerjanya, Jumat (3/7/2026), Direktur RSUD Jombang, dr. Puji Umbaran, menegaskan bahwa akreditasi bukan sekadar penilaian administratif, melainkan amanat regulasi sekaligus instrumen untuk menjamin mutu pelayanan dan keselamatan pasien.


"Seluruh rumah sakit, baik pemerintah maupun swasta, wajib mengikuti akreditasi minimal satu kali setiap tiga tahun. Ini merupakan amanat yang harus dipenuhi oleh setiap rumah sakit," ujarnya.


Ia menjelaskan, RSUD Jombang telah empat kali menjalani proses akreditasi. Pada akreditasi terakhir tahun 2022, rumah sakit berhasil meraih status Akreditasi Paripurna dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Masa berlaku akreditasi tersebut akan berakhir pada 15 September 2026.


Sesuai ketentuan, persiapan akreditasi harus dimulai enam bulan sebelum masa berlaku berakhir. Karena itu, sejak Februari 2026 RSUD Jombang telah memulai seluruh tahapan persiapan, termasuk pendampingan dari rumah sakit jejaring.


"Kami mengajukan pendampingan sejak Februari dan pada April dinyatakan siap mengikuti akreditasi. Setelah itu kami mendaftarkan diri hingga akhirnya jadwal survei ditetapkan pada 29 dan 30 September 2026," jelasnya.


Menurut dr. Puji, hari pertama survei akan dilakukan secara daring melalui evaluasi seluruh dokumen yang telah diunggah. Selanjutnya, tim surveior akan melakukan penelusuran lapangan untuk memastikan kesesuaian antara dokumen dengan implementasi pelayanan di lapangan.


"Apa yang kita rencanakan harus tertulis, dan apa yang sudah kita laksanakan juga harus dapat dibuktikan. Jadi bukan hanya dokumen, tetapi implementasinya juga diperiksa secara langsung," katanya.


Ia mengungkapkan, proses akreditasi mencakup 16 bab penilaian dengan sekitar 800 elemen evaluasi. Aspek yang dinilai meliputi pelayanan medis, tata kelola rumah sakit, manajemen keuangan, sumber daya manusia, pendidikan, hingga sistem keselamatan pasien.


"Output utama akreditasi adalah terciptanya pelayanan yang bermutu dan keselamatan pasien. Itu yang menjadi tujuan akhirnya," tegasnya.


Selain pembenahan sistem pelayanan, RSUD Jombang juga terus memperkuat kompetensi sumber daya manusia. Saat ini terdapat 24 jenis layanan prioritas yang harus memenuhi standar kompetensi tenaga kesehatan sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan.


Menurutnya, peningkatan kompetensi dilakukan melalui pelatihan, sertifikasi tenaga kesehatan, hingga pemenuhan sarana dan prasarana sesuai standar nasional.


"Kami tidak bisa membuat standar sendiri. Semua harus mengikuti standar yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan, baik dari sisi SDM, sertifikasi, maupun peralatan pendukung pelayanan," ungkapnya.


Meski optimistis mempertahankan predikat Paripurna, dr. Puji mengakui tantangan terbesar bukan pada penyusunan dokumen, melainkan membangun budaya kerja yang konsisten dalam menerapkan seluruh standar akreditasi.


"Yang paling berat adalah menjadikan seluruh instrumen akreditasi sebagai budaya kerja sehari-hari. Selama ini banyak rumah sakit masih berfokus pada penyusunan dokumen. Padahal yang terpenting adalah bagaimana budaya keselamatan pasien benar-benar diterapkan dalam setiap pelayanan," tuturnya.


Ia menambahkan, hasil survei budaya organisasi di RSUD Jombang menunjukkan tren positif. Kesadaran seluruh tenaga kesehatan terhadap budaya mutu dan keselamatan pasien terus meningkat sehingga menjadi modal penting menghadapi survei akreditasi tahun ini.


"Kami bersyukur budaya kerja di RSUD Jombang sudah semakin baik. Harapan kami, budaya mutu dan keselamatan pasien benar-benar mengakar sehingga kualitas pelayanan kepada masyarakat terus meningkat, bukan hanya saat menghadapi akreditasi, tetapi menjadi komitmen dalam pelayanan setiap hari," pungkasnya. (Red). 



Edidtor: RonnyBrown

Redaksi: PopularitasNews.com

×
Berita Terbaru Update