Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Miris! SDN Pandankrajan 1 Mojokerto Tak Dapat Satu Pun Murid Baru, Dispendik Akui Hadapi Kendala Pemerataan Pendidikan

Tuesday, July 14, 2026 | July 14, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-14T16:21:47Z

 

Suasana lengang di SDN Pandankrajan 1, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, yang tidak memperoleh satu pun peserta didik baru pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 | Foto: Doc. Istimewa

MOJOKERTO, POPULARITAS NEWS – Potret pendidikan dasar di Kabupaten Mojokerto tengah menghadapi ujian yang tak bisa dipandang sebelah mata. SDN Pandankrajan 1, Kecamatan Kemlagi, harus menerima kenyataan pahit karena tidak mendapatkan satu pun peserta didik baru pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.


Kondisi ini membuat ruang kelas I kosong tanpa aktivitas belajar. Di balik sepinya bangku sekolah, tersimpan persoalan yang lebih besar, yakni tantangan pemerataan layanan pendidikan di tengah perubahan demografi dan semakin beragamnya pilihan masyarakat dalam menentukan sekolah bagi anak-anak mereka.


Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto pun mengakui persoalan tersebut bukan sekadar angka dalam laporan SPMB. Fenomena sekolah tanpa murid baru menjadi sinyal adanya kendala yang harus segera dipetakan agar tidak terus berulang pada tahun-tahun berikutnya.


Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Amsar Azhari Siregar, mengatakan pihaknya terus memantau pelaksanaan SPMB di seluruh satuan pendidikan. Sekolah yang gagal memperoleh peserta didik baru akan menjadi fokus evaluasi untuk mengetahui akar persoalan yang sebenarnya.


"Dinas Pendidikan terus memantau pelaksanaan SPMB di seluruh satuan pendidikan. Terkait adanya sekolah yang belum memperoleh peserta didik baru, hal tersebut akan kami evaluasi," ujar Amsar, Senin (13/7/2026).


Menurutnya, ada sejumlah faktor yang menjadi kendala, mulai dari perubahan jumlah penduduk, persebaran warga yang berubah, hingga kecenderungan orang tua yang kini lebih selektif memilih sekolah.


"Karena dipengaruhi berbagai faktor, seperti kondisi demografi, persebaran penduduk dan pilihan masyarakat," jelasnya.


Meski demikian, Dispendik memastikan sekolah tidak akan dibiarkan menghadapi persoalan ini sendirian. Pendampingan akan dilakukan agar proses belajar mengajar bagi siswa yang masih aktif tetap berjalan optimal.


"Kami akan melakukan pendampingan kepada sekolah yang bersangkutan, agar layanan pendidikan tetap berjalan dengan baik," tegas Amsar.


Ia menambahkan, hasil evaluasi nantinya akan menjadi pijakan dalam menyusun kebijakan baru untuk memperkuat pemerataan layanan pendidikan di Kabupaten Mojokerto.


"Hasil evaluasi ini juga akan menjadi bahan penyusunan kebijakan untuk memperkuat pemerataan layanan pendidikan di Kabupaten Mojokerto," pungkasnya.


Sementara itu, dari dalam sekolah sendiri, harapan agar pemerintah memberi perhatian lebih terus disuarakan. Guru SDN Pandankrajan 1, Ika Prianti, mengaku situasi saat ini cukup berat. Tahun ajaran baru berjalan tanpa siswa kelas I, sehingga ia kini mengajar kelas II yang hanya dihuni empat peserta didik.


Menurut Ika, persoalan tidak hanya berhenti pada minimnya jumlah murid. Kondisi bangunan sekolah juga dinilai membutuhkan perhatian agar kepercayaan masyarakat terhadap sekolah negeri di wilayah tersebut dapat kembali tumbuh.


"Sekarang saya mengajar siswa kelas II, karena tidak ada siswa kelas I. Saya berharap pembangunan di SDN Pandankrajan I lebih mendapat perhatian lagi ke depannya," ujarnya.


Fenomena SDN Pandankrajan 1 menjadi pengingat bahwa tantangan dunia pendidikan saat ini bukan hanya soal membuka akses sekolah, tetapi juga menjaga agar setiap satuan pendidikan tetap hidup dan diminati masyarakat. Tanpa langkah evaluasi yang tepat dan kebijakan yang adaptif, bukan tidak mungkin sekolah-sekolah lain akan menghadapi nasib serupa di masa mendatang. (Red) 



Penulis: RonnyBrown

Redaksi: PopularitasNews.com

Copyright ©POPULARITAS NEWS

×
Berita Terbaru Update