Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pasar Ngerawan Disiapkan Jadi Magnet Muktamar, Seberapa Besar Ekonomi Jombang Akan Berputar?

Wednesday, August 19, 2026 | August 19, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-19T05:19:22Z
Bupati Jombang Warsubi saat meninjau Pasar Ngerawan menjelang Lebaran, Jumat (28/3/2025). Dokumentasi ini menjadi gambaran geliat aktivitas perdagangan di Pasar Ngerawan yang kini berpotensi kembali menjadi magnet ekonomi saat Muktamar ke-35 NU | Foto: Doc. Jombangkab


JOMBANG, POPULARITAS NEWS – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas tak hanya menjadi hajatan besar organisasi keagamaan. Di balik geliat persiapan acara, ada peluang ekonomi yang ikut mengintip.


Salah satu titik yang disiapkan untuk menangkap peluang tersebut adalah Pasar Ngerawan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang membuka peluang pemanfaatan kawasan pasar sebagai ruang pameran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) selama rangkaian Muktamar berlangsung.


Sekretaris Daerah (Sekda) Jombang, Agus Purnomo, mengatakan pemanfaatan Pasar Ngerawan dapat dilakukan sepanjang memenuhi ketentuan dan regulasi yang berlaku. Usulan tersebut datang dari salah satu organisasi kemasyarakatan yang ingin menjadikan pasar sebagai lokasi pameran UMKM pada 27 hingga 31.


“Kalau memang mau digunakan, silakan membuat surat. Asalkan dari sisi regulasi dan ketentuan peraturan perundang-undangan diperbolehkan, nanti bisa dikerjasamakan. Akan saya sampaikan ke Dinas Perdagangan,” ujar Agus, Selasa (18/8/2026).


Wacana tersebut membuka cerita lain dari pelaksanaan Muktamar. Jika ribuan bahkan lebih banyak warga dan peserta datang ke Jombang, kebutuhan mereka tentu ikut bergerak, mulai dari makanan, minuman, oleh-oleh, transportasi, penginapan hingga berbagai produk UMKM.

Wawancara Sekertaris Daerah Kabupaten Jombang, Agus Purnomo, S.H, M.Si

Di titik inilah Pasar Ngerawan bisa menjadi lebih dari sekadar lokasi pameran. Pasar dapat menjadi simpul pertemuan antara arus orang dan arus uang.


Namun, pertanyaan besarnya masih menggantung: seberapa besar sebenarnya uang yang akan berputar selama Muktamar berlangsung?


Pertanyaan tersebut penting karena geliat ekonomi tidak otomatis berarti keuntungan besar bagi pelaku usaha lokal. Besarnya dampak ekonomi akan sangat bergantung pada jumlah pengunjung, lama mereka tinggal, daya belanja, jumlah UMKM yang terlibat, hingga sejauh mana produk lokal mampu mengambil bagian dari keramaian.


Jika momentum tersebut dikelola dengan baik, Muktamar bisa menjadi semacam “mesin penggerak” ekonomi temporer bagi masyarakat Jombang. Pedagang mendapat pembeli baru, UMKM memperoleh panggung promosi, sementara produk lokal berpeluang dikenal oleh pengunjung dari berbagai daerah.


Tetapi jika hanya berhenti pada keramaian, peluang itu bisa lewat begitu saja.


Karena itu, keberadaan Pasar Ngerawan menjadi menarik untuk dilihat bukan hanya dari sisi lokasi pameran, tetapi sebagai bagian dari strategi menangkap multiplier effect Muktamar bagi ekonomi daerah.


Pemkab Jombang perlu menghitung dan memetakan potensi tersebut secara lebih konkret. Berapa UMKM yang akan dilibatkan? Berapa transaksi yang ditargetkan? Berapa pengunjung yang diproyeksikan datang? Dan yang paling penting, berapa estimasi perputaran ekonomi yang bisa tercipta?


Angka-angka itu nantinya akan menentukan apakah Muktamar hanya meninggalkan keramaian selama beberapa hari, atau benar-benar meninggalkan “jejak rupiah” bagi masyarakat Jombang.


Pasar Ngerawan pun berada di persimpangan menarik. Di satu sisi, ia adalah fasilitas publik. Di sisi lain, momentum Muktamar membuka peluang menjadikannya etalase produk lokal sekaligus pintu masuk bagi masyarakat untuk ikut menikmati berkah ekonomi dari hajatan besar tersebut.


Sebab, ketika orang datang, kebutuhan ikut datang. Ketika kebutuhan bergerak, transaksi pun mengikuti.


Tinggal bagaimana Jombang menangkap arus tersebut agar uang yang berputar selama Muktamar tidak hanya singgah, tetapi juga mengendap dan menghidupkan ekonomi masyarakat lokal. (Red) 



Penulis: RonnyBrown

Redaksi: PopularitasNews.com

Copyright © POPULARITAS NEWS 2026

×
Berita Terbaru Update