Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Harlah NU ke-103: JIK-NAH Resmi Lahir di Jombang, Siap Jadikan Kota Santri Pusat Gravitasi Dunia

Saturday, January 31, 2026 | January 31, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-31T10:56:03Z


 

JOMBANG – Bertepatan dengan peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama yang ke-103, sebuah momentum bersejarah tercipta di tanah kelahiran para pendiri NU. Wadah perjuangan baru bernama Jombang Ibu Kota Nahdliyin (JIK-NAH) resmi dideklarasikan pada Sabtu, 31 Januari 2026.


​Bertempat di pelataran makam keluarga almarhum KH. Choirul Anam (Cak Anam), Dusun Kemiri Galih, Desa Sawiji, Kecamatan Jogoroto, acara peluncuran ini berlangsung khidmat. Rangkaian kegiatan dimulai dengan Khotmil Qur'an dan prosesi tabur bunga di pusara Cak Anam sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi tokoh senior NU tersebut.


​Menjaga "Rahim" Peradaban Santri


​JIK-NAH dipimpin oleh KH. Muhtazuddin, yang merupakan adik kandung dari almarhum Cak Anam. Dalam sambutannya, KH. Muhtazuddin menegaskan bahwa Jombang bukan sekadar wilayah geografis, melainkan "Rahim Peradaban Santri" yang melahirkan tokoh-tokoh besar seperti Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Abdul Wahab Chasbullah.


​"Mendeklarasikan JIK-NAH adalah langkah kita untuk menjaga jantung NU agar tetap berdenyut kuat, transparan, dan tak tergoyahkan bagi kejayaan Indonesia," ujar KH. Muhtazuddin di hadapan keluarga besar Nahdliyin yang hadir.


​JIK-NAH membawa visi ambisius: "Menjadikan Jombang sebagai Pusat Gravitasi Spiritual, Intelektual, Kultural, dan Integritas Nahdlatul Ulama yang Mendunia." Untuk mewujudkan hal tersebut, KH. Muhtazuddin memaparkan lima misi utama JIK-NAH:


- Khitthah Budaya: Mengukuhkan Jombang sebagai kota suci (sacred city) rujukan Aswaja.


- Penguatan Literasi: Menghidupkan kembali kajian kitab kuning.


- Benteng Langit: Menggerakkan Hafidz/Hafidzah sebagai pilar ruhani.


- Kemandirian Umat: Membangun ekonomi berbasis pesantren.


- ​Transparansi Organisasi: Membangun komunikasi yang akuntabel guna meningkatkan kepercayaan warga dan soliditas organisasi.


​Selain menjalankan misi teknis, JIK-NAH mengusung prinsip Manhajul Harakah yang menitikberatkan pada Tabarrukan (mencari berkah Masyayikh), Harokah (pelopor kemajuan), dan Himayah (perlindungan tradisi).


​Poin yang paling ditekankan dalam deklarasi ini adalah Wihdah atau Persatuan. JIK-NAH berkomitmen menjaga warisan NU agar tetap utuh dalam satu komando dan tidak mudah terpecah belah oleh kepentingan luar.


​Acara tasyakuran ini ditutup dengan doa bersama, menandai babak baru bagi warga Nahdliyin Jombang untuk terus membumikan peradaban para Masyayikh di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. (brown)

×
Berita Terbaru Update