MUBA – Puluhan massa yang tergabung dalam LSM Triga Nusantara Indonesia (TRINUSA) menggeruduk Kantor Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba) pada Kamis (12/3/2026). Aksi ini membawa rapor merah terkait janji politik serta polemik dana operasional pejabat yang dinilai melukai hati rakyat.
Dua Tuntutan Utama: Polemik Proposal dan janji politik Bupati
Dalam orasinya, LSM TRINUSA menyoroti dua isu krusial yang tengah menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Muba:
1. Skandal Proposal Safari Ramadan: Massa mengecam keras tindakan Camat Babat Toman yang viral karena meminta bantuan dana ke perusahaan-perusahaan untuk agenda Safari Ramadan Bupati. Hal ini dinilai tidak etis dan mempertanyakan alokasi anggaran daerah.
2. Menagih Janji Kampanye: TRINUSA menuntut realisasi janji politik Bupati Muba yang hingga kini dianggap belum menyentuh masyarakat bawah, di antaranya:
• Pemberian bantuan langsung sebesar Rp25.000.000 per Kepala Keluarga (KK) untuk warga miskin.
• Peningkatan kesejahteraan dan kenaikan gaji guru honorer di seluruh wilayah Musi Banyuasin.
Kekecewaan Massa di Kantor Pemkab
Aksi yang seharusnya menjadi ruang dialog ini justru berujung kekecewaan. Meski surat pemberitahuan aksi sudah dilayangkan tiga hari sebelumnya, tidak ada satu pun pejabat berwenang yang menemui massa. Alasan yang diterima: para pejabat sedang menghadiri acara pelantikan.
“Kami sangat kecewa. Surat sudah masuk sejak tiga hari lalu, artinya sudah dijadwalkan. Tapi hari ini tidak ada satupun pejabat yang berani menemui kami. Jangan anti-kritik! Pemkab Muba harusnya mendengarkan suara rakyat, bukan justru menghindar," tegas Iqbal, orator aksi LSM TRINUSA, dengan nada geram.
Sikap Tegas TRINUSA
Hingga massa membubarkan diri, suasana kantor Pemkab Muba tetap lengang tanpa tanggapan resmi. LSM TRINUSA menegaskan bahwa mereka tidak akan berhenti sampai di sini dan akan kembali dengan massa yang lebih besar jika tuntutan serta janji-janji tersebut tetap diabaikan oleh pemerintah daerah.

