Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

"Maaf Kamar Penuh": RS Sumber Kasih Cirebon Menghalau Pasien BPJS Kelas 2

Monday, May 18, 2026 | May 18, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-18T16:55:22Z

CIREBON, POPULARITAS NEWS — Kalimat "Maaf, kamar penuh" tampaknya masih menjadi jimat paling ampuh bagi pihak rumah sakit untuk menguji keimanan dan kesabaran para pemegang kartu BPJS Kesehatan. Pengalaman pahit ini baru saja menimpa Supriyanto dan istrinya saat menyambangi Rumah Sakit Sumber Kasih, Cirebon, pada Senin (18/5/2026) malam sekitar pukul 18.30 WIB.

​Berniat mencari kesembuhan total untuk sang istri yang mengerang kesakitan di bagian perut hingga sesak napas, Supriyanto justru harus pulang dengan dada sesak oleh kekecewaan.

​Di bawah lampu IGD RS Sumber Kasih, penanganan medis yang diterima istri Supriyanto terkesan seadanya. Petugas medis hanya memberikan tindakan berupa suntikan untuk meredakan nyeri instan. Ketika pihak keluarga meminta hak mereka agar pasien mendapatkan rawat inap demi penanganan yang terjaga dan mencegah sakit berkelanjutan, pihak manajemen rumah sakit langsung mengeluarkan jurus klasiknya: "maaf kamar penuh".

​Sebagai peserta aktif BPJS Kesehatan Mandiri Kelas 2 yang rutin membayar iuran setiap bulan, Supriyanto merasa haknya terabaikan.

​"Apakah pelayanan yang pakai BPJS harus menunggu kritis dulu baru bisa dirawat? Kalau setiap sakit tidak bisa rawat inap dan harus bayar lagi buat berobat di IGD, lalu fungsi BPJS itu di mana?" keluh Supriyanto dengan nada getir.


​Fenomena "kamar penuh" ini telah lama menjadi momok menakutkan sekaligus tanda tanya besar bagi masyarakat. Publik mulai meragukan orisinalitas alasan tersebut. Apakah ruangan memang benar-benar penuh, ataukah ini sekadar taktik bisnis terselubung untuk menyaring pasien jaminan sosial?

​Masyarakat Cirebon kini menuntut adanya transparansi nyata dari RS Sumber Kasih. Jika ruang rawat inap memang habis, rumah sakit seharusnya menyediakan layar digital atau simbol valid yang sinkron secara real-time dengan sistem BPJS Kesehatan, sehingga pasien tidak merasa sedang "diprank" oleh manajemen.


​Publik kini mengetuk kembali pintu hati kemanusiaan para dokter di RS Sumber Kasih Cirebon untuk mengingat sumpah profesi mereka. Program BPJS Kesehatan lahir agar masyarakat dapat memperpanjang harapan hidup, bukan untuk menciptakan kasta baru dalam pelayanan medis.

​BPJS Kesehatan juga tidak boleh tinggal diam dan wajib mengambil sikap tegas. Mereka harus mengaudit sistem rujukan dan ketersediaan kasur di RS Sumber Kasih agar fasilitas kesehatan tidak seenaknya menolak pasien dengan alasan klise yang merenggut rasa keadilan sosial. (*) 

×
Berita Terbaru Update