JOMBANG, POPULARITAS NEWS | Komitmen bersama tiga kepala daerah dalam mengurai simpul kemacetan nasional di Simpang Mengkreng memasuki babak baru yang krusial. Bupati Jombang, Bupati Kediri, dan Bupati Nganjuk secara resmi telah menandatangani proposal bersama untuk mendesak Pemerintah Pusat mempercepat pembangunan proyek Flyover Mengkreng agar masuk dalam skala prioritas strategis nasional.
Langkah progresif ini mempertegas kesepakatan "Segitiga Emas" yang sebelumnya mereka canangkan dalam pertemuan lapangan di Pos Polisi Mengkreng pada April lalu. Guna mengawal langsung dokumen strategis tersebut, ketiga pimpinan daerah menjadwalkan agenda audiensi tatap muka dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Jakarta pada Senin (25/5/2026) mendatang.
Sinergi Dokumen dan Langkah Konkret ke Pusat
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Jombang, Hartono, mengonfirmasi bahwa seluruh berkas administrasi dan usulan kebijakan kini telah rampung dan siap dipresentasikan. Sinergi administrasi ini menjadi bukti runtuhnya ego sektoral demi kepentingan masyarakat luas.
"Proposal pembangunan flyover sudah mendapatkan tanda tangan dari tiga kepala daerah. Kami menjadwalkan audiensi dengan Ditjen Bina Marga Kementerian PU bersama ketiga bupati pada 25 Mei nanti," ujar Hartono saat memberikan keterangan pada Senin (18/5/2026).
Hartono menambahkan bahwa agenda mendatang merupakan tindak lanjut langsung dari permohonan resmi yang mereka ajukan sebelumnya. Pihaknya berharap jadwal pertemuan tatap muka di Jakarta tersebut berjalan lancar tanpa hambatan berarti sehingga pembahasan teknis dapat segera bergulir.
Fokus pada Pembebasan Lahan dan Status Skala Nasional
Senada dengan hal itu, Kepala Dinas PUPR Jombang, Imam Bustomi, menegaskan bahwa esensi dari proposal bersama ini adalah menaikkan posisi tawar proyek di mata Pemerintah Pusat. Melalui dokumen tersebut, ketiga daerah meminta kepastian agar infrastruktur layang ini tidak sekadar menjadi proyek daerah, melainkan program prioritas yang mendesak.
"Isi proposal menekankan agar proyek Flyover Mengkreng benar-benar masuk prioritas strategis nasional," tegas Imam Bustomi.
Selain memperjuangkan status proyek, forum audiensi di Jakarta juga akan mengupas tuntas kebutuhan teknis di lapangan. Tiga daerah dan kementerian akan membahas secara detail formula penyediaan tanah serta pembagian tanggung jawab finansialnya. "Hal-hal yang berkaitan dengan kebutuhan lahan akan kami bicarakan secara detail dengan pemerintah pusat, termasuk skema pembebasan lahan," lanjut Imam.
Gayung Bersambut dengan Program Kementerian PU
Upaya jemput bola yang para kepala daerah ini lakukan terbukti sangat beralasan. Kementerian PU sebenarnya telah memasukkan rencana pembangunan struktur jalan layang ini ke dalam paparan program kegiatan untuk tahun anggaran 2027. Namun, kedatangan tiga bupati membawa proposal bersama ini berfungsi sebagai penguat utama agar rencana tersebut segera terealisasi tanpa penundaan.
"Jadi gerakan ini bukan dari bawah ke atas semata. Pemerintah pusat sebelumnya sudah melakukan studi kelayakan, dan kami di daerah memperkuat fakta bahwa flyover itu memang sangat mendesak," pungkas Hartono.
Langkah taktis ini menjadi angin segar bagi penataan transportasi di Jawa Timur. Konstruksi jalan layang ini dinilai sebagai opsi paling realistis untuk menyembuhkan titik sumbatan kendaraan di perbatasan Jombang, Kediri, dan Nganjuk yang selama bertahun-tahun selalu menjadi momok saat musim mudik Lebaran.(brown)
