Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

PAD Tembus Rp1,19 Triliun, Kabupaten Pasuruan Perbesar Ruang Gerak Pembangunan

Monday, June 29, 2026 | June 29, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-03T00:43:40Z


PASURUAN, POPULARITAS NEWS
– Lompatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pasuruan yang untuk pertama kalinya menembus Rp1 triliun menjadi lebih dari sekadar pencapaian administrasi keuangan. Realisasi PAD sebesar Rp1,19 triliun sepanjang 2025 membuka ruang fiskal yang jauh lebih besar bagi pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat.


Capaian tersebut menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah Kabupaten Pasuruan. Selama bertahun-tahun, penerimaan daerah belum pernah mampu menembus angka psikologis Rp1 triliun. Kini, meningkatnya PAD memberi sinyal bahwa aktivitas ekonomi, investasi, dan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak mulai memberikan dampak nyata terhadap kekuatan keuangan daerah.


Besarnya PAD memiliki arti strategis karena menjadi sumber pendapatan yang dapat dikelola pemerintah daerah secara lebih fleksibel. Semakin besar pendapatan yang berasal dari daerah sendiri, semakin luas pula kemampuan pemerintah dalam membiayai pembangunan infrastruktur, meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat layanan kesehatan, hingga mempercepat pelayanan publik tanpa sepenuhnya bergantung pada bantuan pemerintah pusat.


Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menyebut peningkatan PAD merupakan hasil dari serangkaian pembenahan yang dilakukan pemerintah daerah, termasuk penguatan kelembagaan melalui pemisahan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Langkah tersebut dinilai membuat masing-masing organisasi perangkat daerah dapat bekerja lebih fokus sesuai tugasnya.


"Masuknya investasi di Kabupaten Pasuruan menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan pendapatan daerah. Selain itu, pemisahan OPD juga berdampak agar kinerjanya lebih fokus dalam mengoptimalkan penerimaan daerah," ujar Rusdi, Senin (29/6/2026). 


Selain faktor kelembagaan, derasnya arus investasi yang masuk ke Kabupaten Pasuruan turut memperluas basis pajak daerah. Bertambahnya kawasan industri, usaha perdagangan, restoran, hingga sektor pariwisata menjadi sumber penerimaan baru yang memperkuat struktur keuangan daerah.


Pemerintah juga terus mendorong peningkatan kepatuhan masyarakat melalui edukasi perpajakan. Upaya tersebut dilakukan agar pertumbuhan PAD tidak hanya bergantung pada ekspansi ekonomi, tetapi juga ditopang oleh meningkatnya kesadaran wajib pajak dalam memenuhi kewajibannya.


Kepala UPT Pelayanan Pajak Daerah Wilayah I Bapenda Kabupaten Pasuruan, Kasan Sholeh, mengatakan potensi peningkatan PAD masih sangat terbuka. Saat ini pemerintah terus memperluas pendataan objek pajak yang sebelumnya belum tergarap secara optimal, mulai dari sektor restoran, destinasi wisata, hingga berbagai jenis usaha baru yang berkembang di wilayah Kabupaten Pasuruan.


Menurutnya, optimalisasi pendataan dipadukan dengan pendekatan persuasif kepada pelaku usaha menjadi strategi untuk memperluas basis penerimaan daerah secara berkelanjutan.


Dengan capaian PAD yang terus meningkat, Pemerintah Kabupaten Pasuruan memiliki peluang lebih besar untuk mempercepat pembangunan di berbagai sektor. Tantangan berikutnya bukan hanya mempertahankan tren kenaikan pendapatan, tetapi memastikan setiap rupiah yang terkumpul benar-benar kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan yang merata, pelayanan publik yang semakin berkualitas, serta pertumbuhan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga.(Red) 


Editor: RonnyBrown

Redaksi: PopularitasNews.com

×
Berita Terbaru Update