Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Buruh Geruduk Disnaker Jombang, Tuding Tutup Mata terhadap Gelombang PHK PT SGS

Friday, July 17, 2026 | July 17, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-17T04:52:45Z

 

Puluhan buruh korban PHK PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) Diwek menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Jombang, Jumat (17/7/2026) | Foto: Doc. Popularitas News


JOMBANG, POPULARITAS NEWS – Kemarahan buruh PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) Diwek memuncak. Puluhan pekerja yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Jombang, Jumat (17/7/2026).


Dalam aksi tersebut, para buruh menuding Disnaker Jombang tidak serius menangani persoalan PHK yang terus terjadi di PT SGS. Mereka menilai pemerintah daerah terkesan membiarkan perusahaan melakukan PHK tanpa pengawasan maupun langkah tegas untuk melindungi hak-hak pekerja.


Koordinator aksi, Hadi Purnomo, mengatakan buruh sudah berkali-kali menempuh jalur penyelesaian sesuai prosedur, mulai dari perundingan bipartit dengan perusahaan hingga mengajukan permohonan mediasi ke Disnaker. Namun, menurutnya, tidak ada penyelesaian yang berpihak pada pekerja.


"Sudah hampir tiga bulan kami menunggu. Bukannya dimediasi secara serius, kami justru dipingpong. Kami menilai Disnaker tidak serius menangani nasib buruh yang kehilangan pekerjaan," ujar Hadi.


Menurutnya, sesuai ketentuan penyelesaian perselisihan hubungan industrial, Disnaker memiliki kewajiban memfasilitasi mediasi ketika perundingan bipartit antara pekerja dan perusahaan mengalami kebuntuan. Namun hingga kini, para buruh mengaku belum memperoleh kepastian penyelesaian.


Tak hanya mempersoalkan sikap Disnaker, buruh juga membantah alasan PT SGS yang mengklaim perusahaan mengalami kerugian sehingga melakukan PHK. Mereka menilai alasan tersebut tidak berdasar karena perusahaan justru masih melakukan perekrutan tenaga kerja baru dalam jumlah besar.


"Kami menolak alasan perusahaan merugi. Faktanya mereka masih membuka lowongan dan menerima banyak pekerja baru. Kalau benar rugi, mengapa masih merekrut?" kata Hadi.


Para buruh juga mengeluhkan hak pesangon yang dinilai jauh dari layak. Selain nilainya kecil, pembayaran pesangon dilakukan secara dicicil hingga sepuluh bulan, sehingga dinilai tidak mampu menopang kebutuhan hidup para pekerja setelah kehilangan mata pencaharian.


Merasa aspirasinya tidak mendapat respons, massa memutuskan mendirikan tenda keprihatinan di depan Kantor Disnaker Jombang. Mereka berencana bertahan selama satu bulan sebagai bentuk protes sekaligus tekanan kepada pemerintah daerah.


"Kami mendirikan tenda keprihatinan karena melihat ada pembiaran. Kami akan bertahan sampai ada kepastian penyelesaian dan hak-hak buruh dipenuhi," tegas Hadi.


Hingga berita ini ditulis, pihak Disnaker Kabupaten Jombang maupun manajemen PT SGS belum memberikan tanggapan resmi atas tudingan para buruh. Media masih berupaya memperoleh konfirmasi dari kedua pihak guna memenuhi prinsip keberimbangan dalam pemberitaan. (Red) 


Penulis: RonnyBrown

Redaksi: PopularitasNews.com

Copyright ©Popularitas News

×
Berita Terbaru Update