GRESIK, POPULARITAS NEWS – Perang terhadap peredaran narkotika kembali menunjukkan babak penting. Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) mengungkap dugaan penyelundupan narkotika jaringan internasional dalam jumlah sangat besar di Komplek Pergudangan Prambanan Blizland, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Kamis (2/7/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, barang bukti yang diamankan diperkirakan mencapai dua hingga tiga ton. Meski demikian, BNN RI masih melakukan proses identifikasi dan penghitungan resmi terhadap berat maupun jenis narkotika yang disita.
Pengungkapan tersebut menjadi perhatian nasional karena diduga melibatkan jaringan lintas negara yang memanfaatkan jalur logistik internasional. Informasi awal menyebutkan barang bukti berkaitan dengan jaringan internasional jenis kuncup atau bunga Canabinoid yang berasal dari Thailand.
Pantauan di lokasi menunjukkan penjagaan dilakukan secara ketat oleh personel BNN RI bersama BNN Provinsi Jawa Timur, BNN Kabupaten/Kota, aparat kepolisian, serta unsur Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Gudang bernomor SA-33 menjadi pusat pengamanan barang bukti yang tersimpan di dalam puluhan hingga ratusan koper dan kardus sebelum dilakukan proses inventarisasi.
Konferensi pers dipimpin langsung Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, didampingi Kepala BNNP Jawa Timur Brigjen Pol. Budi Mulyanto, jajaran pejabat utama BNN RI, Kapolres Gresik, serta perwakilan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebagai bentuk sinergi antarlembaga dalam memutus rantai penyelundupan narkotika melalui jalur laut dan pelabuhan.
Dalam konferensi pers, Kepala BNN RI menegaskan bahwa pengungkapan ini bukan sekadar keberhasilan penyitaan barang bukti, melainkan bagian dari komitmen negara untuk melindungi masyarakat dari ancaman narkotika.
"Ini adalah bukti bahwa negara tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi jaringan narkotika internasional. Setiap jalur penyelundupan akan kami kejar, setiap pelaku akan kami tindak sesuai hukum yang berlaku. Perang melawan narkoba bukan hanya tugas BNN, tetapi menjadi tanggung jawab bersama demi menyelamatkan generasi bangsa," tegas Komjen Pol. Suyudi Ario Seto.
Ia menambahkan, BNN bersama Polri, Bea Cukai, dan berbagai instansi terkait akan terus memperkuat pengawasan terhadap jalur masuk barang dari luar negeri yang berpotensi dimanfaatkan sindikat internasional.
Hingga berita ini diturunkan, proses pemeriksaan, pendalaman jaringan, serta penghitungan resmi barang bukti masih berlangsung. BNN RI berjanji akan mengungkap secara rinci hasil operasi, termasuk jumlah pasti barang bukti, modus penyelundupan, serta pihak-pihak yang terlibat setelah seluruh proses identifikasi selesai.
Pengungkapan ini menjadi pengingat bahwa ancaman narkotika terus berevolusi dengan memanfaatkan jaringan lintas negara. Di sisi lain, keberhasilan aparat membongkar dugaan penyelundupan dalam skala besar menunjukkan bahwa perang melawan narkoba terus dilakukan secara serius untuk memutus mata rantai peredaran gelap yang mengancam keselamatan masyarakat dan masa depan generasi Indonesia.
Jurnalis: Brown
Redaksi: PopularitasNews.com
