Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tak Sekadar Berduka, Pemkot Cirebon Diuji Wujudkan Masa Depan Lovanya Pasca Tragedi Gronggong

Wednesday, July 15, 2026 | July 15, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-15T15:42:59Z
Bunda Forum Anak Kota Cirebon, Noviyanti Edo, didampingi jajaran Pemerintah Kota Cirebon dan tenaga medis, mengunjungi Lovanya Evelyn Kautsar di RSD Gunung Jati Cirebon, Rabu (15/7/2026) | Foto: Doc. Supriyanto, Popularitas News 


CIREBON, POPULARITAS NEWS – Tragedi kecelakaan maut di kawasan Gronggong, Kabupaten Cirebon, tak hanya menyisakan duka mendalam. Peristiwa yang merenggut ayah, ibu, dan adik kandung Lovanya Evelyn Kautsar juga menghadirkan pertanyaan publik: sejauh mana negara dan pemerintah daerah benar-benar hadir ketika seorang anak kehilangan hampir seluruh sandaran hidupnya.


Lovanya, siswi berprestasi yang selamat dari kecelakaan truk di Jalan Raya Cirebon–Kuningan, Desa Ciperna, Kecamatan Talun, Senin (13/7/2026), kini harus menjalani kehidupan baru setelah kaki kanannya diamputasi akibat cedera berat.


Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kota Cirebon menyatakan komitmennya untuk mendampingi proses pemulihan Lovanya, bukan hanya secara medis, tetapi juga memastikan pendidikan dan masa depannya tetap terjaga.


Komitmen itu ditunjukkan melalui kunjungan Bunda Forum Anak Kota Cirebon, Noviyanti Edo, ke RSD Gunung Jati Cirebon, Rabu (15/7/2026). Dalam suasana penuh haru, Noviyanti menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh berhenti pada ungkapan belasungkawa semata.


"Saya turut berduka sedalam-dalamnya atas musibah yang dialami Lovanya. Sebagai Bunda Forum Anak Kota Cirebon, saya tidak bisa tinggal diam. Saya akan berkoordinasi dengan Bapak Wali Kota agar kebutuhan Lovanya, baik selama masa pemulihan maupun untuk keberlangsungan masa depannya, dapat terus didampingi," ujarnya.


Menurut Noviyanti, Lovanya merupakan aset daerah yang memiliki prestasi akademik membanggakan. Karena itu, musibah yang dialaminya tidak boleh menjadi akhir dari cita-citanya.


"Lovanya adalah anak yang cerdas dan berprestasi. Semangatnya tidak boleh berhenti hanya karena musibah ini. Kita ingin ia tetap memiliki harapan, kesempatan belajar, dan masa depan yang baik. Ini juga menjadi bagian dari komitmen Kota Cirebon dalam mewujudkan Kota Layak Anak," katanya.


Framing persoalan kini bergeser dari sekadar empati menuju implementasi kebijakan. Dukungan pemerintah akan diukur dari konsistensi pendampingan, mulai layanan kesehatan, pemulihan psikologis, akses pendidikan, hingga jaminan keberlanjutan kehidupan Lovanya dalam jangka panjang.


Komitmen tersebut diperkuat Dinas Pendidikan Kota Cirebon. Kepala Bidang Kurikulum dan Tenaga Kependidikan, Ade Cahyaningsih, memastikan hak pendidikan Lovanya tidak akan terputus meski tengah menjalani masa pemulihan.


"Pemerintah Kota Cirebon akan memastikan hak pendidikan Lovanya tetap terpenuhi. Ia akan tetap mendapatkan layanan pendidikan, memperoleh ijazah, serta difasilitasi melalui skema pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi kesehatannya," jelas Ade.


Dinas Pendidikan juga akan berkoordinasi dengan keluarga, sekolah asal, hingga pihak terkait apabila diperlukan penempatan sekolah lanjutan, termasuk melalui komunikasi lintas daerah.


Kasus Lovanya menjadi pengingat bahwa perlindungan anak tidak berhenti pada penanganan pascabencana atau pemberian santunan. Yang lebih penting adalah memastikan seorang anak yang kehilangan keluarga dan mengalami disabilitas tetap memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan menggapai cita-citanya.


Kini, publik menanti bagaimana komitmen Pemerintah Kota Cirebon tersebut diwujudkan dalam langkah-langkah nyata. Sebab, bagi Lovanya, harapan terbesar bukan hanya pulih dari luka fisik, melainkan memperoleh kepastian bahwa masa depannya tetap memiliki jalan untuk diperjuangkan. (Red) 


Jurnalis: Supriyanto

Editor: RonnyBrown

Redaksi: PopularitasNews.com

×
Berita Terbaru Update