![]() |
| Anggota DPRD Jombang Komisi D sambangi Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 di Desa Tunggorono, Rabu (14/10/2026) | Doc. Foto: Humas DPRD Jombang kepada Popularitas News |
JOMBANG, POPULARITAS NEWS – Komisi D DPRD Kabupaten Jombang menyoroti kondisi fisik bangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jombang di Desa Tunggorono yang ditemukan mengalami sejumlah kerusakan. Perbaikan diminta segera dilakukan sebelum proses serah terima akhir, agar fasilitas pendidikan tersebut benar-benar aman dan layak digunakan siswa.
Temuan itu muncul saat Komisi D DPRD Kabupaten Jombang melakukan pemantauan langsung pada Rabu (14/10/2026). Sejumlah bagian bangunan yang menjadi perhatian di antaranya paving block di area asrama putri yang bergelombang, plafon rusak, serta kerusakan pada aula, kamar mandi, dan beberapa bagian keramik.
Komisi D meminta kontraktor pelaksana, PT Waskita, bersama instansi terkait segera menindaklanjuti temuan tersebut. Langkah perbaikan dinilai penting agar persoalan kondisi fisik bangunan tidak berlarut hingga fasilitas sepenuhnya diserahterimakan.
Selain menyoroti kualitas sarana dan prasarana, Komisi D juga menekankan pentingnya transparansi dalam proses penerimaan siswa. Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Jombang, Mochamad Agung Natsir, mendorong agar mekanisme seleksi dan sosialisasi dilakukan secara terbuka serta dapat dipahami masyarakat.
Menurutnya, keterbukaan diperlukan untuk memastikan kuota 270 siswa pada jenjang SD, SMP, dan SMA benar-benar menjangkau kelompok sasaran, terutama keluarga kurang mampu dan anak terlantar.
Sorotan tersebut menempatkan dua aspek penting dalam pelaksanaan Sekolah Rakyat, yakni kelayakan fasilitas dan ketepatan sasaran penerima manfaat. Sebab, keberhasilan program tidak cukup diukur dari tersedianya bangunan maupun jumlah siswa yang diterima, tetapi juga dari keamanan lingkungan belajar dan akses pendidikan bagi kelompok yang membutuhkan.
DPRD berharap perbaikan bangunan segera dituntaskan sebelum serah terima akhir. Di sisi lain, keterbukaan proses penerimaan perlu dijaga agar masyarakat dapat mengetahui mekanisme seleksi serta memastikan program berjalan sesuai tujuan.
Hingga informasi ini disusun, belum terdapat keterangan lebih lanjut mengenai tanggapan PT Waskita atas temuan kerusakan tersebut maupun jadwal penyelesaian perbaikannya. Karena itu, tindak lanjut kontraktor dan instansi terkait menjadi hal yang perlu dipantau untuk memastikan seluruh fasilitas memenuhi kelayakan sebelum digunakan secara optimal.(*)
Penulis: Brown
Redaksi: Popularitas News
© Copyright 2026
